Belajar dari Janet Steele
Juli 11, 2008
Jum’at, 11 Juli 2008
Setelah semua pekerjaan selesai, lega rasanya. Berarti saya telah menunaikan kewajiban. Syukur hari ini Penang panas, semoga cucian saya lekas kering. Sebab, kemarin seharian Penang diselimuti dingin karena hujan, bahkan angin yang kencang ikut pula mengiringi jatuhnya air langit. Kulit ini terasa segar setelah mandi 15 menit tadi. Ingin lebih lama lagi, tapi itupun sudah cukup menjadikan raga ini luput dari debu yang menempel.
Ada anjuran untuk saya supaya membaca tulisan Janet Steele, saya simpan dalam benak ketika ucapan itu terlontarkan. Senang rasanya jika dapat mengeksistensikan diri dalam tinta. Hal itu mampu menggugah luapan ekspresi yang lahir dari angan, harapan, bahkan ritual nyata sehari-hari. Tentu saya wajib tak luput dari bacaan, karena dari situ dapat memperkaya goresan kata. Ketika seseorang berusaha menggapai sebuah cita, bukan tidak mungkin jika kelak mendapatkan gundukan penghalang perjalanannya. Oleh karena itu dia harus ‘sedia payung sebelum hujan’, karena jika hujan telah mengguyur deras, basah kuyup dan bahkan bisa saja sakit menderanya. Begitupun halnya dengan keinginan saya, artinya, persiapan yang matang mulai dari hal yang paling mendasar dalam menulis yaitu niat, wajib terus menerus dibangunkan. Tentunya masih banyak konsekuensi lainnya yang layak menjadi catatan perjalanan sebuah karya. Ya, saya memang masih harus banyak belajar, dan memang masih banyak yang ingin saya gali hingga tak terbatas.
Siang saya lewati dengan damai, tidur pun terasa pulas. Kala sang surya di ufuk Barat, mata inipun mulai terbuka, dering HandPone berbunyi, ternyata panggilan untuk suami dari kawannya. Mereka sepakat bertemu di Restoran India, Nasi Kandar Istimewa. Dalam hati saya berkata, (yach…. sendirian lagi?!). Tapi kesendirian itu tak berlangsung lama, dan sore ini membawa saya pada ritual yang biasa saya lakukan saat di Jogja, senam BL. Ternyata suami tertarik ikut, kaget juga saya mendengarnya, tapi baguslah, sebab tidak hanya saya, diapun memerlukan olah raga. Segar bugar.
Entry Filed under: Keseharian. Tag: Belajar menulis.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed